Kamis, 26 Desember 2013

Cerpen Unggulan

Engkau Bukan Segalanya
            Hal baru yang kutemui setelah bersamamu. Yang tak pernah kutemui jika bersama orang lain. Tahukah engkau apa itu? Itu adalah kasih sayang tulus dari lubuk hatimu. Selama bersama orang lain dahulu aku tak pernah seperti ini, bersamamu aku merasa nyaman. Kau buat aku tersenyum di setiap saat, suka maupun duka.
            Suatu hari, kudengar sesuatu bahwa kau bermain dengan orang lain di belakangku. Aku tak menyangka engkau dapat seperti itu, teganya kau lakukan itu kepadaku. Aku selama ini tak pernah mendua dengan orang lain, tetapi mengapa kau duakan aku? Jika itu memang maumu, baiklah akan kulakukan hal yang sama yang kau lakukan kepadaku.
            Setelah saat itu, aku pun juga mendua dengan orang lain. Dia mengetahui hal itu dan langsung mengakhiri hubungan kami, dan bertahan bersama cewek lainnya itu. Aku merasa sedih, tetapi tak sampai terpuruk karena aku t’lah menemukan penggantinya. Aku pun merasa cukup bahagia, tapi tak sebahagia bersama engkau.
            Setelah hubungan kami berakhir, hubunganku dengan orang lain tak ada yang bertahan lama. Dan aku memutuskan untuk tak berhubungan lagi dengan siapa-siapa. Aku lebih baik sendiri daripada tak ada orang lain yang cocok untukku.
            Sepertinya kau telah mengetahui jika aku saat ini sedang sendiri. Lalu kau putuskan cewek itu, dan kau meminta kembali lagi denganku seperti dulu. Aku pun menerima ajakan itu karena aku mulai benar-benar menyayangimu. Tetapi aku merasa tak nyaman, karena engkau selalu dikejar-kejar oleh mantanmu yang baru kau putuskan itu. Dia sepertinya tak mau  berakhir denganmu, karena dia terlalu mencintaimu. Kubertanya padamu, “siapa yang lebih kau sayangi antara aku dan dia?”. Jawabanmu hanya singkat dan jelas, “aku lebih memilihmu, karena sifatmu lebih baik daripadanya”. Hanya senyuman manis untuk membalas perkataan itu.
            Di akhir tahun, hubunganku dengannya tak berjalan mulus selalu putus-nyambung. Hal itu disebabkan karena kita saling salah paham. Dia selalu menganggapku memiliki banyak cowok dan aku juga berfikiran dia juga memiliki banyak cewek. Jadi kita sering bertengkar, tetapi disaat bertemu seperti tak ada apa-apa yang mengganggu hubungan kami.
            Akhirnya kami putuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Aku merasa tak tega karena aku sudah mulai mengerti dirimu, mulai mencintaimu dengan sesungguhnya. Dan aku merasa kau juga merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan, yang tak rela mengakhiri hubungan ini. Tapi ku kan coba melupakanmu mungkin inilah jalan yang terbaik untuk kita. Semoga engkau bisa Move On  dari aku.
            Hari demi hari berlalu, dan aku pun telah menemukan seseorang yang lebih memahamiku dan mungkin kau juga telah menemukan orang lain yang lebih baik dari aku. Aku kan berusaha tuk berbahagia dengan cowok ini dan semoga kau juga berbahagia dengan cewekmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar