Engkau
Bukan Segalanya
Hal baru yang kutemui setelah
bersamamu. Yang tak pernah kutemui jika bersama orang lain. Tahukah engkau apa
itu? Itu adalah kasih sayang tulus dari lubuk hatimu. Selama bersama orang lain
dahulu aku tak pernah seperti ini, bersamamu aku merasa nyaman. Kau buat aku
tersenyum di setiap saat, suka maupun duka.
Suatu hari, kudengar sesuatu bahwa
kau bermain dengan orang lain di belakangku. Aku tak menyangka engkau dapat
seperti itu, teganya kau lakukan itu kepadaku. Aku selama ini tak pernah mendua
dengan orang lain, tetapi mengapa kau duakan aku? Jika itu memang maumu,
baiklah akan kulakukan hal yang sama yang kau lakukan kepadaku.
Setelah saat itu, aku pun juga
mendua dengan orang lain. Dia mengetahui hal itu dan langsung mengakhiri
hubungan kami, dan bertahan bersama cewek lainnya itu. Aku merasa sedih, tetapi
tak sampai terpuruk karena aku t’lah menemukan penggantinya. Aku pun merasa
cukup bahagia, tapi tak sebahagia bersama engkau.
Setelah hubungan kami berakhir,
hubunganku dengan orang lain tak ada yang bertahan lama. Dan aku memutuskan
untuk tak berhubungan lagi dengan siapa-siapa. Aku lebih baik sendiri daripada
tak ada orang lain yang cocok untukku.
Sepertinya kau telah mengetahui jika
aku saat ini sedang sendiri. Lalu kau putuskan cewek itu, dan kau meminta
kembali lagi denganku seperti dulu. Aku pun menerima ajakan itu karena aku
mulai benar-benar menyayangimu. Tetapi aku merasa tak nyaman, karena engkau
selalu dikejar-kejar oleh mantanmu yang baru kau putuskan itu. Dia sepertinya
tak mau berakhir denganmu, karena dia
terlalu mencintaimu. Kubertanya padamu, “siapa yang lebih kau sayangi antara
aku dan dia?”. Jawabanmu hanya singkat dan jelas, “aku lebih memilihmu, karena
sifatmu lebih baik daripadanya”. Hanya senyuman manis untuk membalas perkataan
itu.
Di akhir tahun, hubunganku dengannya
tak berjalan mulus selalu putus-nyambung. Hal itu disebabkan karena kita saling
salah paham. Dia selalu menganggapku memiliki banyak cowok dan aku juga
berfikiran dia juga memiliki banyak cewek. Jadi kita sering bertengkar, tetapi
disaat bertemu seperti tak ada apa-apa yang mengganggu hubungan kami.
Akhirnya kami putuskan untuk
mengakhiri hubungan ini. Aku merasa tak tega karena aku sudah mulai mengerti
dirimu, mulai mencintaimu dengan sesungguhnya. Dan aku merasa kau juga
merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan, yang tak rela mengakhiri
hubungan ini. Tapi ku kan coba melupakanmu mungkin inilah jalan yang terbaik
untuk kita. Semoga engkau bisa Move On dari aku.
Hari demi hari berlalu, dan aku pun
telah menemukan seseorang yang lebih memahamiku dan mungkin kau juga telah
menemukan orang lain yang lebih baik dari aku. Aku kan berusaha tuk berbahagia
dengan cowok ini dan semoga kau juga berbahagia dengan cewekmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar