Kamis, 26 Desember 2013

Cerpen unggulan

MINI dan ION
Sejak saat pertama kali aku bertemu dengannya. Dimana-mana kuning mendominasi lalu berubah menjadi ungu. Sungguh hal yang menakjubkan melihat sebuah benda kecil melayang di angkasa luas, benar-benar ingin membuatku tertawa.
Saat itu kau panggil aku dengan sebutan Mini. Lalu kau menghilang tanpa jejak. Ku berlari, berkeliling, berteriak mencarimu. “Ion, dimanakah engkau? Ini aku Mini, aku mencarimu, keluarlah”. Apa yang telah terjadi, aku tak tahu mengapa kau tak mau menemuiku Ion. Lalu aku pun pulang menunggu hari esok untuk mencarimu kembali.
Di pagi buta, aku langsung beranjak ke kamar mandi. Tanpa menyentuh sarapan yang dihidangkan bunda, aku pun langsung pergi. Berlari bergegas menuju sekolahku. Ketika sampai, aku pun memasuki ruang kelas dan guruku juga masuk bersamaan dengan membawa amplop besar yang berisi materi ulangan. Kukerjakan ulanganku, tetapi tak ada fokus sedikit pun karena memikirkan Ion. Ujian pun selesai, sekolah pun akhirnya juga berakhir. Inilah saatnya untuk menemui Ion.
Sesampainya di tempat itu aku langsung mencari Ion. Tiba-tiba, “Hai, Mini ini aku Ion, apa gerangan kau kemari”, sambil kupeluk erat tubuhnya “Aku mencarimu Ion, mengapa kemarin engkau pergi, aku benar-benar merindukanmu Ion”. Dengan tertawa manis ia menjawab, “Hmmm, Mini aku tak pernah pergi darimu. Aku hanya dipanggil bundaku untuk makan malam. Kau jangan bersedih aku tetap disampingmu Mini, selalu”. Aku pun tersenyum mendengar itu.
Tak lama kemudian, handphone ku berdering, kulihat itu dari bunda. Ku angkat telponku dan kujawab panggilan dari bunda. Ia mengatakan aku harus pulang karena sudah sore dan ada Agnes yang sudah menunggu di depan rumahku. Aku pun berpamitan kepada Ion, lalu pulang. Lambaian tangannya yang hangat pun menyertaiku. Kutinggalkannya dengan senyum manisnya.
Sesampaiku di rumah, bunda mengejutkanku ternyata tak hanya Agnes yang berada di rumahku, tetapi juga teman-teman sekelasku. Aku teringat bahwa hari ini adalah hari ulang- tahunku yang ke 16 tahun. Aku benar-benar terkejut dan gembira melihat bunda dan teman-temanku ingat hari ulang tahunku. Tetapi, aku teringat kembali pada Ion.
Di sela-sela pesta berlangsung, aku tetap memikirkan Ion. Aku ingin ia ada di sini menemaniku di hari bahagiaku ini. Entah ada apa, aku tiba-tiba menoleh ke jendela dan melihat Ion bersandar di pagar rumahku. Aku terkejut melihatnya, bagaimana ia bisa tahu padahal tak ada yang memberitahunya.
Aku berlari menuju pagar dan sesampaiku disana Ion tak ada, dimanakah engkau Ion. Aku berlari menuju tempat Ion. Dan ia tak ada dimana-mana, lalu sesuatu mngejutkanku. Tiba-tiba ada yang menyentuhku dari belakang, ternyata itu Ion. Kupeluk ia, dan ku bertanya bagaimana ia bisa tahu hari ini aku berulang tahun. Dia tak menjawab hanya senyuman kecil cirihasnya itu yang muncul. Lalu ia pergi menjauh, melayang jauh ke angkasa. Aku bersedih dan meneteskan air mata karena ia meninggalkanku tanpa sepatah kata pun yang diucapkannya.

Lalu terdengar suara yang memanggilku dengan keras, “Indira, bangunlah nak, sudah pagi, tidakkah engkau harus pergi ke sekolah??”. Tiba-tiba aku terbangun dan menyadari bahwa semua hal indah yang terjadi tadi hanyalah sebuah mimpi. Tetapi bagiku Ion itu nyata, seperti kenyataannya memanggilku Mini yang masih terdengar di telingaku ini. Ku akan menunggu mimpi tentang engkau lagi Ion. I love you Ion.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar