Harapan Baru Cintaku
Di malam yang hening dan sunyi,
kutatap rembulan yang hangat dan bintang-bintang yang bertebaran. Canda dan
tawa menghiasi malam ini. Tetapi hilanglah sudah ketika handphoneku berdering. Kubuka dan kubaca isinya, lalu kutatap
cermin dan melihat banyak air mata yang mengalir di wajahku.
Terpuruklah aku mendengar kata putus
darimu. Maro, mengapa kau tinggalkan aku? Kau pergi menjauh, mencari tambatan
hati yang lain. Tetapi, kini bagiku hanyalah sebuah kenangan pahit belaka yang
tak penting untuk diingat. Sekarang yang terpenting adalah membahagiakan hatiku
yang terpuruk ini dengan senyuman manis dari Kunio dan keramahan wajah dari
Yulio. Mereka berdualah yang saat ini mengisi pojokan hatiku yang kosong.
Kunio adalah teman terbaikku, Kunio
begitulah aku memanggilnya. Dia panggil aku dengan sebutan Reina. Dia selalu
mengerti aku dalam keadaan apapun, baik senang maupun susah. Itulah yang
membuatku mengaguminya hingga menyayanginya sampai saat ini. Senyumannya yang
begitu manis dan unik membuatku tergila-gila. Tak hanya itu saja, ketika kau
membuat rambutmu berantakan, kau begitu keren, sampai ku tak bisa berhenti
memandangimu. Bagiku Kunio adalah harapanku, karena ia begitu indah, lebih
indah dari bulan purnama bahkan sangat indah. Walaupun ku tahu kau tak
menyukaiku, tapi ku kan tetap berusaha membuatmu suka padaku.
Sedangkan Yulio adalah seorang teman
baru yang telah mampu memikat hatiku yang telah remuk ini, aku biasa
memanggilnya dengan Yulio. Penampilannya yang keren membuat banyak cewek-cewek
aneh yang berlomba-lomba mendapatkannya. Yah mungkin aku juga termasuk. Bagiku
penampilan Yulio adalah cirihasnya, senyumannya yang manis dan sikapnya yang
cuek tapi keren itulah yang membuatku benar-benar ingin menginginkannya. Aku
jarang disapa olehnya karena ia begitu cuek terhadap cewek. Kunio dan Yulio, sebuah kepribadian yang
beda tetapi dengan style yang sama. Tetapi,
bagiku Yulio adalah sosok yang penuh
dengan tanda tanya, gayanya yang cuek membuatku curiga, apakah dia melirikku
apa hanya aku yang meliriknya, yang kuharapkan hanya bisa dekat denganmu lalu
kau miliki aku. Tapi mungkin hal itu tak akan terkabul, karena aku merasa bahwa
engkau sepertinya tak akan menyukaiku, karena aku tak begitu menarik dan
mungkin sedikit aneh. Yang kuharapkan saat ini hanyalah Kunio, karena ia lebih
mengerti aku, yang kutahu bahwa mungkin ia tak menyukaiku, tetapi aku kan
berusaha dengan keras agar Kunio bisa menyukaiku bahkan menyayangi dan
mencintaiku.
Hari-hariku yang kini tanpa Maro
telah diisi oleh Kunio dan Yulio. Tetapi melupakan Maro bagiku adalah hal yang
sulit, karena hadirnya Kunio dan Yulio membuatku lebih mudah melakukan itu.
Sekarang aku benar-benar tak menyayangimu Maro. Dihatiku saat ini hanya diisi
oleh Kunio dan Yulio. Aku gak akan pernah mengingatmu lagi Maro. Kini harapan
baruku hanyalah Kunio dan Yulio, seorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar