Selasa, 07 Januari 2014

Cerpen Unggulan

Harapan Baru Cintaku
            Di malam yang hening dan sunyi, kutatap rembulan yang hangat dan bintang-bintang yang bertebaran. Canda dan tawa menghiasi malam ini. Tetapi hilanglah sudah ketika handphoneku berdering. Kubuka dan kubaca isinya, lalu kutatap cermin dan melihat banyak air mata yang mengalir di wajahku.
            Terpuruklah aku mendengar kata putus darimu. Maro, mengapa kau tinggalkan aku? Kau pergi menjauh, mencari tambatan hati yang lain. Tetapi, kini bagiku hanyalah sebuah kenangan pahit belaka yang tak penting untuk diingat. Sekarang yang terpenting adalah membahagiakan hatiku yang terpuruk ini dengan senyuman manis dari Kunio dan keramahan wajah dari Yulio. Mereka berdualah yang saat ini mengisi pojokan hatiku yang kosong.
            Kunio adalah teman terbaikku, Kunio begitulah aku memanggilnya. Dia panggil aku dengan sebutan Reina. Dia selalu mengerti aku dalam keadaan apapun, baik senang maupun susah. Itulah yang membuatku mengaguminya hingga menyayanginya sampai saat ini. Senyumannya yang begitu manis dan unik membuatku tergila-gila. Tak hanya itu saja, ketika kau membuat rambutmu berantakan, kau begitu keren, sampai ku tak bisa berhenti memandangimu. Bagiku Kunio adalah harapanku, karena ia begitu indah, lebih indah dari bulan purnama bahkan sangat indah. Walaupun ku tahu kau tak menyukaiku, tapi ku kan tetap berusaha membuatmu suka padaku.
            Sedangkan Yulio adalah seorang teman baru yang telah mampu memikat hatiku yang telah remuk ini, aku biasa memanggilnya dengan Yulio. Penampilannya yang keren membuat banyak cewek-cewek aneh yang berlomba-lomba mendapatkannya. Yah mungkin aku juga termasuk. Bagiku penampilan Yulio adalah cirihasnya, senyumannya yang manis dan sikapnya yang cuek tapi keren itulah yang membuatku benar-benar ingin menginginkannya. Aku jarang disapa olehnya karena ia begitu cuek terhadap cewek.      Kunio dan Yulio, sebuah kepribadian yang beda tetapi dengan style yang sama. Tetapi, bagiku  Yulio adalah sosok yang penuh dengan tanda tanya, gayanya yang cuek membuatku curiga, apakah dia melirikku apa hanya aku yang meliriknya, yang kuharapkan hanya bisa dekat denganmu lalu kau miliki aku. Tapi mungkin hal itu tak akan terkabul, karena aku merasa bahwa engkau sepertinya tak akan menyukaiku, karena aku tak begitu menarik dan mungkin sedikit aneh. Yang kuharapkan saat ini hanyalah Kunio, karena ia lebih mengerti aku, yang kutahu bahwa mungkin ia tak menyukaiku, tetapi aku kan berusaha dengan keras agar Kunio bisa menyukaiku bahkan menyayangi dan mencintaiku.

            Hari-hariku yang kini tanpa Maro telah diisi oleh Kunio dan Yulio. Tetapi melupakan Maro bagiku adalah hal yang sulit, karena hadirnya Kunio dan Yulio membuatku lebih mudah melakukan itu. Sekarang aku benar-benar tak menyayangimu Maro. Dihatiku saat ini hanya diisi oleh Kunio dan Yulio. Aku gak akan pernah mengingatmu lagi Maro. Kini harapan baruku hanyalah Kunio dan Yulio, seorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar