Selasa, 07 Januari 2014

Cerpen Unggulan

Training Membawa Cinta
            Huft.. harapan cintaku pupus, ketika ku mendengar orang yang sedang aku incar telah milik orang lain. Sudahlah aku tak peduli, masih ada yang satunya, yaitu Yulio. Aku masih benar-benar mengharapkan Yulio, hingga…
            Suatu hari aku mengikuti sebuah training IT selama 2 hari. Di hari pertama, kurasa training tersebut biasa-biasa saja dan semua pesertanya juga biasa saja, kecuali Ryan, sahabatku. Aku merasa di sana hanya memiliki teman Ryan saja, karena mayoritas pesertanya kelas 2 SMP, hanya aku, Ryan dan Ka’ Santi saja yang lebih tua (dalam tingkatan kelas).
            Materi pertama di hari pertama adalah sebuah motivasi. Aku benar-benar termotivasi untuk memajukan IT anak Indonesia, sebab itulah aku benar-benar bersemangat. Setelah itu materi Robotika, uh aku sangat mencintai materi ini. Walaupun aku tak mahir, tapi aku berusaha sekuat tenaga. Disana aku ditugaskan kelompok dan aku berkelompok dengan Chicha dan Rizain. Kami dapat menyelesaikan tugas tersebut dengan baik, tepat, cepat dan rapi walaupun sedikit mengalami kebingungan karena kabel yang terbelit.
            Tibalah waktu free, yeah I love it. Disana aku menghabiskan waktu dengan bermain laptop. Di waktu free itu aku menyempatkan untuk mendownload semua yang kumau karena free wifi area. Saat itu aku rasa ada yang telah memperhatikanku sejak tadi. Aku merasa bingung, apakah dia memperhatikanku atau siapa. Tapi kurasa dia memperhatikanku, lalu kubalas dengan perhatian pula. Ah kamu sudah mencuri perhatianku J. Lalu aku bercanda bersamanya dan juga teman-temannya yang merupakan adek kelasku, sama sepertinya. Hingga pulang pun kami semua masih bercanda ria.
            Semalaman aku memikirkanmu, oh Tuhan apakah ku t’lah jatuh cinta, lagi. Ku terdiam bayanganmu terlintas, ku melakukan sesuatu terasa kau ada di depanku, ah senangnya. Oh ya aku lupa mengatakan siapakah dia, dia adalah Fabrian, berondong manis yang saat ini sedang ku perhatikan dan pikirkan. Karenamu ku tak sabar menantikan hari esok. Tuhan… tuangkanlah dia kedalam mimpiku.
            Keesokan harinya, hari kedua training. Bangun pagi, ternyata doaku terkabul, dia masuk kedalam mimpiku semalam, oh Tuhan terimakasih. Aku pun bergegas mandi dan setelah rapi ku langsung menuju tempat training.
            Setelah sampai disana aku langsung duduk dan kulihat hanya ada Ihsan, adek kelas yang sangat suka ngegame, padahal kemarin dia telat datang dan sekarang datang pertama langsung ngegame. Lama kumenunggu akhirnya ada yang datang, lalu ku menunggu lagi Fabrian yang datang, ia pun langsung menuju ke Ihsan.
            Materi hari ini harus berhadapan dengan laptop, selalu. Pertama adalah Corel Draw untuk membuat desain grafis dan sebagainya. Fabrian duduk tak jauh dariku dan dibelakangnya ada Chicha. Hal yang menyenangkan ketika Chicha bertanya pada Fabrian, ia menoleh ke Chicha dan jika telah selesai dia menoleh kepadaku, ah aku sungguh tersipu. Materi kedua adalah Blog, awalnya aku tak mengerti apa itu blog dan setelah dijelaskan aku mulai tertarik dengan Blog, bukan karena salah satu trainernya yang cute itu, tapi karena blog itu asyik dan aku tak sampai bertanya bahkan Chicha juga, karena itu Fabrian tak menoleh. Tapi walau tak sedang membantu Chicha, Fabrian masih sempat menoleh dan melirik kepadaku, ah salting aku.setelah itu free time, kugunakan untuk online facebook, haha. Setelah itu materi ketiga dan terakhir, yaitu Flash. Ku kira ini akan seperti Corel yang gampang-gampang susah, namun Flash ini sungguh membingungkan. Aku selalu menggaruk kepala karena terlalu bingung, tetapi kebingungan itu terhapuskan oleh lirikan Fabrian saat ia selesai membantu Chicha, ah Fabrian J.
            Hari ini akan segera berakhir, jadi kita semua harus berpisah. Aku rasa aku mulai menyayangi Fabrian, karena tanpa ada yang mengetahui aku dan Fabrian bercanda sendiri dan seakan hanya ada kita berdua. Itu adalah momen-momen yang indah. Di saat waktu pulang aku pulang mendahului Fabrian. Rasanya ingin menunggu tetapi, dikira cewe apaan aku nanti.

            Kusadari sepertinya aku menyayangimu Fabrian. Aku tak peduli kau lebih muda atau adek kelas, toh Kunio dulu juga lebih muda dari aku bahkan lebih muda dari Fabrian. Ooohh Fabrian berondong manisku, aku sayang kamu J.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar