Jumat, 08 Mei 2015

Cerbung Unggulan FH chap7





Freak Heart


.......
Lalu keesokan harinya ku kembali memulai aktivitasku seperti biasanya, sekolah dan lain lain. Dan sebelum itu pagi pagi sekali Richie sudah menunggu ku didepan rumahku, yah biasa ngajakin bareng, tapi hei ini masih pukul 6. Kubergegas mandi dan berganti baju. Setelah selesai aku pun langsung menuju Richie dan berangkat bersamanya. Sesampainya disekolah seperti biasa aku mengerjakan tugas.
            Bel sekolah berbunyi, tanda dari jam istirahat pertama. Lalu kumelihat bahwa Drian berpindah tempat duduk bersama Rissa. Ah senangnya aku, ternyata aku sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Drian, dengan begitu aku bisa dengan lancar menyukai Richie kembali dengan sepenuhnya.
            Dua puluh menit telah berlalu, berarti saatnya untuk memasuki jam berikutnya. Betapa anehnya hari ini aku bisa menikmati pelajaran dengan hikmat tak seperti biasanya yang selalu terganggu dengan pikiran yang aneh-aneh. Setelah pelajaran berlalu akhirnya bel istirahat kedua berbunyi, dan lagi-lagi aku melihat Drian sedang bersama Rissa. Seperti biasa aku hanya bisa memandang dari kejauhan dengan WATADOS, namun yah aku sudah tak memperdulikannya. Tak lama kemudian, Richie tiba-tiba masuk ke kelasku, betapa terkejutnya aku. Richie langsung menghampiriku dimana semua temanku langsung memandang ke arah Richie yang menuju diriku. Ternyata Richie ingin mengajakku untuk ke kantin.
            Tanpa basa-basi Richie langsung menarikku untuk mengikutinya ke kantin, hey it’s so weird. Diperjalanan yang tadinya ia menarik tanganku, perlahan ia lepaskan. Sesampainya di kantin, betapa terkejutnya aku ketika melihat sebuah bangku kantin yang telah dihiasi oleh banyak hiasan yang cantik, ya ampun ada apa ini? Lalu dengan tiba-tiba Richie telah menarik salah satu bangkunya untukku dan mempersilahkanku untuk duduk layaknya seorang putri, oh my god. Lalu ia pun juga duduk di seberang bangku. Tiba-tiba ia menepuk tangannya lalu ada 2 orang temannya yang mengantarkan makanan dan minuman ke meja kami, aku sungguh merasa tersanjung. Lalu sebelum aku akan memulai makanku Richie menatap diriku sangat dalam, entah apa yang akan ia katakan, akupun tak tahu. Selama beberapa detik ia hanya menatapku dan sedikit membuka mulut layaknya akan mengatakan sesuatu. 

bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar