FREAK HEART
....
Paginya,
seperti biasa saat aku bertugas, aku selalu datang pagi-pagi sekali. Jika
tidak, aku akan kena semprot oleh seniorku yang judesnya selangit, huuuh. Saat
ku sampai di sekolah, kulihat seorang cowo yang sepertinya aku mengenalnya, yah
itu Drian, lalu aku langsung menghampirinya. “hei Drian, gimana apa lo sudah
mau cerita tentang hubungan lo sama Bella ke gue?” tanyaku kepada Drian yang
mengagetkannya. “eh lo lagi Rev, emmm gimana ya, eh gue mesti ke kelas duluan
ya, gue ada urusan. Dah, sampe ketemu dikelas” jawabnya sambil mengalihkan
pembicaraan lagi dan tersenyum manis kepadaku. Aku hanya membalasnya juga hanya
dengan sebuah senyuman kecil. “OMG Drian, senyuman lo itu manis bangat sih,
tambah deh rasa gue ke lo, sayang lo udah dimiliki Bella. Sakit hati ini Drian”
ucap batinku berteriak. “eh by the way si Drian ko jam segini udah dateng ya,
ada apa sama dia?” gumamku pada diriku sendiri.
Upacara bendera pun dilaksanakan,
dan kami pun melaksanakan tugas dengan lancar. Lalu setelah upacara bendera
selesai, akupun bergegas mengganti baju dan berlari ke kelas. Saat dikelas aku
berbincang-bincang sedikit dengan teman-temanku hingga saat guru pengajar
datang. Pelajaran pun berlangsung lancar, hingga akhirnya bel istirahat pun
berbunyi. Saat istirahat aku menemui Rissa, dia adalah sahabat Drian saat ini.
“Ris, gue mau nanya sama lo” tanya gue ke Rissa. “eh Rev, sebelumnya gue mau
curhat dulu tentang si Tria. Ya ampun Rev, Tria loh blablabla…” Rissa pun mulai
bercerita tentang Tria, cowo yang lagi dia sukai, tapi orangnya kurang peka.
“Rev, aku loh pengen nyukai anak yang sifatnya kaya Drian, tapi kenapa aku
malah cintanya sama Tria, sebel aku Rev” keluhnya padaku. “oh gitu ya Ris, eh
Ris, si Drian itu sama Bella lagi kenapa sih, kan kata temen-temen sekolahnya dulu,
mereka itu pacaran, tapi Drian bilang dia ngga punya pacar?” tanyaku yang
nyeplos pada Rissa. “hehe, iya soalnya Drian kan pacar aku, ngga ngga bohong ko
Rev, aku sukanya sama Tria tapi aku pengen move on. Oh ya tentang Drian sama
Bella, mereka itu sudah pacaran sejak sekolahan mereka sama dulu, tapi karena
Bella udah keterima di sekolah favorit, dia ngga mau pacaran tapi mereka tetep
sayang-sayangan gitu, cuma mereka lagi break gitu. Katanya Bella, Drian disuruh
nunggu 2-3 tahun lagi” ceritanya dengan panjang lebar. “oh jadi gitu ya, kasian
juga si Drian ya Ris” jawabku. “iya Rev, tapi ngga papa dia kan udah ada aku,
hehe, bohong ko” guraunya. “iyadeh percaya” jawabku mengakhiri pembicaraan,
karena guru pengajar sudah akan masuk ke kelas.
Selama pelajaran aku tak bisa fokus ke
pelajaran sedikitpun. Aku hanya memikirkan tentang hubungan si Drian. Tiba-tiba
bel pulang pun berbunyi, semua siswa pun berteriak “YEAY PULANG PAGI!!!!!!” begitulah
teriakan setiap siswa dikelasku. Aku pun langsung bergegas menuju Drian. “Dri
gue udah tau cerita tentang lo dan Bella, lo sabar ya!” ucapku pada Drian, lalu
langsung pergi meninggalkannya. “Rev, lo tau dari sapa? Oh ya makasih lo udah
mau perhatian sama gue” ucapnya setengah berteriak. Aku berbalik dan hanya
melempar senyuman padanya. “oh Drian, percuma juga gue suka sama lo, tapi
mungkin lo ga akan pernah peka ke gue. Karena dihati lo cuma ada Bella, tapi
gue gabisa berhenti untuk suka ke lo, karena hati gue udah memilih, mungkin
rasa ini suatu saat akan berhenti rasa suka gue ke lo Dri. Love you” gumamku
sambil menekan sedikit jantungku karena terasa sangat sesak disitu. Sedangkan
Drian hanya menganga dan terdiam melihat aku bicara seperti itu tadi, lalu dia
teringat lagi ke Bella, dan dia pun mengambil motor dan pulang ke rumahnya.
Kulihat dia mendahului diriku dengan kecepatan tinggi. “Dri gue tau gimana
rasanya jadi lo, gue akan care sama lo, bahkan akan selalu care sama lo, karena
gue sayang sama lo. Kisah lo sama Bella miris banget Dri, gue ga tega” ucapku
pada diriku sendiri dan melanjutkan lagi perjalanan menuju rumahku.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar